Author: ares

  • Pulanglah agar Kau bisa Menyadari Sudah Tumbuh Banyak Uban di Kepala Orang Tuamu

    Pagi buta, tanpa aba-aba dan tanpa pembukaan maupun salam sedikitpun, Umi kirimkan pesan WhatsApp. Pesan apakah itu? Apalagi kalau bukan memintaku agar segera pulang. Ya, kebetulan memang belum pernah pulang semenjak ospek. Ah, anak asrama satu ini sudah terlatih untuk tak pulang ke kediaman berbulan-bulan. Untuk apa pula? Toh sudah ada teknologi mutakhir: panggilan video.…

  • Budaya Premanisme yang Mendarah Daging

    Di parkiran motor Bento Kopi, salah satu kafe di Dramaga, saat mau balik ke kos, “Riz, ada uang kecil, nggak?” tanya bang Habibi. Tentu saja dia bertanya hal tersebut untuk melunasi ‘tanggungan’ pada preman yang menunggu kami dari ujung parkiran. “Kalau Ariz, sih, memilih buat nggak bayar. Malas euy!” Jawabku santai. Maka dengan penuh percaya…