Author: ares

  • Budaya Premanisme yang Mendarah Daging

    Di parkiran motor Bento Kopi, salah satu kafe di Dramaga, saat mau balik ke kos, “Riz, ada uang kecil, nggak?” tanya bang Habibi. Tentu saja dia bertanya hal tersebut untuk melunasi ‘tanggungan’ pada preman yang menunggu kami dari ujung parkiran. “Kalau Ariz, sih, memilih buat nggak bayar. Malas euy!” Jawabku santai. Maka dengan penuh percaya…

  • Ariz Merokok dan Merasa Lebih Hina Ketimbang Seonggok Tahi Babi yang Bisa Diolah Menjadi Pupuk

    Iya, kamu tak salah baca. Aku merokok. Aku pernah merokok. Aku sering ditawarkan sebatang oleh orang-orang, tapi selalu kutolak dengan mudah. Yang kali ini murni atas kemauanku sendiri. Waktu itu sepulang salat jumat, tak ada angin tak ada hujan, muncul rasa penasaran yang cukup besar pada tembakau. Rasa itu, mulanya, kualihkan dengan berselancar di internet,…