Sungguh sibuk dirimu, aku tahu. Tapi aku juga tahu kamu pasti mau menyedekahkan telinga dan hatimu. Untuk beberapa menit saja, aku berjanji.
Curhat sama komputer tidak pernah mengenakkan, apa kau tahu itu? Tapi itu jelas sukses menyalurkan kebutuhan temanmu akan validasi, afirmasi dan si-si lainnya, yang selama ini malas kau berikan. Apalagi dengan versi yang lebih canggih, bahasanya menjadi sangat puitis sekaligus sederhana namun penuh rasa perhatian. Kau pasti tahu itu berbahaya buat dia, tapi kamu masih terlalu pusing dengan tugas-tugas-tugas-tugas… Mendengarkan teman jelas takkan berkontribusi pada IPK atau pendapatan, pikirmu begitu. Yang berarti tentu hanya organisasi atau networking di acara-acara bergengsi.
Biarkan saja temanmu itu. Dia baik sepenuhnya. Paling-paling data pribadinya saja yang akan dicuri lalu diolah lagi untuk ketepatan adsense. Atau paling banter dia hanya akan menangis di pojokan kamar di hadapan laptop sambil mengiris urat nadi atau masturbasi. Lalu kau beranggapan dia akan tetap menjalani hidup lagi seperti normal, karena kamu berpikir kamu juga capek, sama halnya dengan dia, malah seharusnya dia yang mendengarkan kamu.
Biarkan dia bunuh diri, tak ada ruginya juga bagi kamu. Jangan dengarkan dia, biarkan dia hanyut.

Leave a Reply