Ya Allah, I’m Done

Keimananku mungkin masih jauh kalau dibandingkan dengan pemuda Ashabul Kahfi, dan mungkin memang cukup berbeda wujud setan yang mengejarnya: mereka dikejar pembunuh, sementara aku dikejar tenggat waktu lappen, laprak dan lap-lap lainnya dan juga durasi ujian pekanan Mekanika Fluida yang kelewat cepat dari maling motor di malam hari.

Aku takkan menjelaskan semuanya, sebab buat apa pula, kau yang baca takkan mengerti. Hanya dia yang mampu, bahkan sebelum aku utarakan ke udara. Cerita padaNya enggak pernah sulit.

Aku bingung, sebagaimana mereka, ya Tuhan. Jalan kemana-mana rasanya seperti cuman ada kebuntuan. Ketika di titik ini, cuman ingin… sudah. Yasudah, aku cuman mohon kasih sayangMu, yang seluas langit dan bumi, bahkan lagi jauh dari itu. Sudah, itu saja. Enggak lebih. Mau serusak apapun; Mau segelap apapun, selama masih ada itu, rasanya aku enggak apa-apa.

Kamu selalu punya cara sendiri, yang senantiasa tak mampu aku sangka-sangka. DenganMu, praktikum enam biji itu bukan apa-apa, aku percaya.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.